UNFORGETTABLE BALI TRIP – 6

Day 6. 7 November 2013

Pagi-pagi alarm ku berbunyi. Dan nggak lama pintu kamar kami diketuk oleh petugas hotel. Ya, karena nggak ada morning call berhubung di kamar nggak ada pesawat telepon, jadilah dibangunin secara manual. Haha…

“15 menit lagi dijemput ya, mbak” kata petugas hotel.

“Oke. Makasih.”

Aku langsung membangunkan Ike untuk segera bersiap-siap. Untungnya badannya sudah agak segar setelah cukup istirahat semalam. Hanya sikat gigi dan cuci muka, kami langsung meluncur. Ya, mandi nanti aja lah. Toh lumba-lumba juga nggak akan kabur karena kami belum mandi kan? Hehe…

Dijemputlah kami oleh seorang bapak. Katanya kami harus menuju pantai di sisi lain untuk naik perahu. Sekitar 2 km dari hotel. Dan kami harus naik motor dulu mengikuti si bapak hingga tiba di suatu dermaga. Sebentar, si bapak sudah siap dengan jukungnya, yang isinya hanya kami berdua.  Dan di sekitar kami banyak jukung lain yang juga bertujuan sama, mengejar lumba-lumba, hanya saja jukung lain isinya beberapa orang dan mengenakan rompi pelampung.

Aku langsung sadar, mana pelampung kami? Si bapak santai aja, nggak bakal jatuh, gitu katanya. Ya situ kali udah biasa, lah kite? Udah nggak pernah naik perahu, di tengah laut, nggak bisa berenang pula. Kan ngeri tanpa alat keselamatan. Untungnya si bapak emang udah siapin rompi, yang buru-buru langsung kami pasang di badan.

Awal jukung bergerak ngeri juga, karena jukungnya kurus banget, jadi lebarnya hanya sebadan kami lebih sedikit. Dan goyangan jukung lumayan berasa juga. Kayaknya kalo goyangan nya aduhai dikit, bisa nyemplung ke laut tuh. Haha…

Untung laut di Lovina tenang, dan hampir nggak ada angin. Jadil lumayan aman lah perjalanan kami. Tapi… Di belakang kami, jauh di belakang pantai, sinar matahari pagi mulai menyembul dari balik pegunungan. Indah banget!

Dan aku sama Ike sampai hampir nggak percaya, kemarin siang kami ada di puncak gunung itu. Sekarang kami sudah ada di bawah, di pantai, dan memandang jauh ke gunung-gunung itu. Oh my God! Sebegitu jauhnya jarak yang sudah kami tempuh kemarin.

IMG-20131114-WA0196
Salah satu foto favorit, keren lighting sunrise nya

IMG00118-20131107-0805

IMG-20131114-WA0195

Setengah jam jukung kami melaju sampai ke tengah lautan. Garis pantai sudah nggak kelihatan mata. Yang terlihat hanya lautan luas dengan puluhan jukung berhenti di posisi masing-masing, sambil para pemandu mengedarkan mata mencari pergerakan lumba-lumba. Agak lama dan kami masih belum bertemu lumba-lumba juga. Aku agak hopeless, kayaknya bisa jadi kami kembali ke daratan tanpa berhasil menemukan lumba-lumba. Udah hampir 1 jam sejak kami meninggalkan pantai dan hanya berkeliling saja di tengah laut tanpa hasil.

Tapi beberapa menit kemudian, kehebohan dimulai. “Liat ke kiri, mbak,” kata si bapak pemandu kami.

Mulai keliatan sirip lumba-lumba berjejer. Tapi hanya terlihat beberapa dan jaraknya cukup jauh. Lalu jukung-jukung mulai berebutan mendekati arah ‘penampakan’ lumba-lumba tadi. Lalu diam lagi dan heboh lagi begitu terlihat lumba-lumba lagi entah dimana. Kadang sampai terdengar jeritan pada saat lumba-lumba muncul, mungkin saking excited-nya.

Paling heboh adalah waktu lumba-lumba nya ada yang loncat. Sayang kami kurang sigap memotret, jadi nggak dapat foto pas lumba-lumba loncat. Bahkan sekali waktu, kami telat sadar lumba-lumba lewat persis di samping perahu kami. Si bapak pemandu yang sudah terbiasa cukup jeli dan segera memberitahu kami setiap kali muncul para lumba-lumba.

Dolphins

Dolphins 2

IMG00109-20131107-0753

IMG00115-20131107-0755

IMG00099-20131107-0752

Sekitar 1 jam kami berburu lumba-lumba, tepatnya berburu foto lumba-lumba. Karena kegiatan sebenarnya adalah mengambil foto dari para lumba-lumba yang hidup di alam bebas seperti itu. Senang dan seru juga. Setelah matahari agak terang, pak pemandu menawarkan kami untuk melihat taman laut, di sisi lain laut ini. Nggak begitu jauh sih. Katanya bisa lihat terumbu karang dari atas perahu. Tentunya dengan menambah sejumlah uang.

Aku hanya berdiskusi sebentar dengan Ike, lalu langsung menerima tawaran tersebut. Mumpung kami sudah jauh-jauh ke Lovina, ya harus puas-puasin menikmati semua obyek rekreasi yang ada. Soalnya rencana kami kemarin mau mampir ke air terjun di dekat Singaraja terpaksa batal, karena kami sudah kecapekan di jalan dan badan sudah mulai komplain. Jadi, kalau ada kesempatan rekreasi lain di Lovina kenapa nggak dimanfaatkan?

Dan taman laut tersebut letaknya lebih dekat ke garis pantai dibanding lokasi kami mengejar lumba-lumba tadi. Lumayan juga, terumbu karang yang ditanam itu terlihat cukup jelas dari atas perahu. Padahal awalnya kami sangsi bisa melihat terumbu karang kalau airnya berwarna kelam seperti saat di tengah laut tadi. Tapi rupanya di area taman laut tersebut, airnya jernih, meskipun warna dasarnya tetap hijau gelap.

IMG-20131114-WA0191

IMG-20131114-WA0209

IMG-20131114-WA0190

Si bapak pun menawarkan kami untuk snorkeling. Tentunya dengan menambah sejumlah nominal lagi. Aku dan Ike akhirnya sepakat ambil saja. Sudah kadung sampai situ, masa’ cuma ngeliatin dari atas perahu aja. Tanggung.

Bapak-bapak Asia di kapal dekat kami berseru, “You have to go down. It’s beautiful!” katanya sambil memberi jempol.

Oke sip, pak. Kami memang akan turun kok.

Siap-siap lah kami. Eh, pelampung-nya nggak ada. Si bapak harus pinjam pelampung dulu dari perahu tetangga. Halahhh…

Setelah dapat pelampung dan siap, kami langsung nyemplung. Awal-awal sih aku takut karena pelampung-ku nggak pakem, lepas melulu, sampai akhirnya diikat baru nggak lepas-lepas. Pelan-pelan kami ber-snorkeling ria.

Awalnya sih yang dekat-dekat. Lama-lama agak jauh. Tapi terumbu karang disitu nggak terlalu banyak, sebagian sudah mati pula, jadi ya nggak terlalu luas area penjelajahan kami.

Kami dibekali sepotong roti untuk diawur-awur supaya ikan mendekat. Hahaha… Lucu juga dikerubutin ikan-ikan kecil gitu. Pengen foto pas dikerubutin ikan, tapi nggak punya kamera bawah air. Alhasil kami minta si bapak fotoin kami dari atas kapal. Tapi yang kelihatan ya hanya kepala kami atau kadang badan kami yang lagi berenang-renang kesana kemari.

Snorkeling Lovina-1

Snorkeling Lovina 3

IMG-20140621-WA0000

Snorkeling Lovina 5-1

Snorkeling Lovina 2

Setelah puas dan capek berkeliling area taman air itu, kami naik ke perahu. Lumayan lah dapat pemandangan oke pagi-pagi, setelah sunrise dan lumba-lumba. Segera kami kembali ke hotel. Karena harus segera sarapan dan bertolak balik ke Kuta. Siap-siap perjalanan jauh lagi. Fiuhhh…

Tapi nggak lupa bernarsis ria sebentar di hotel. Meninggalkan jejak kami disitu.

IMG-20131114-WA0204

IMG-20131114-WA0206

IMG-20131114-WA0117

IMG-20131114-WA0116

Dari perjalanan super panjang kemarin, kami mengambil pelajaran, jangan ambil jalanan sepi. Jadi waktu GPS menunjukkan jalan sepi nan menanjak, kami putar balik lewat jalan raya. Daripada bertemu jalanan menanjak dengan kemiringan 60 derajat kayak kemarin lagi. Hiii…

Jadi setelah kami menempuh 10 menit perjalanan, kami putar balik dan mengambil arah jalan kami kemarin.  Nggak papa jauh dikit, yang penting aman di tengah peradaban manusia, bukan peradaban pohon dan truk pasir. Kami pun harus menempuh lagi perjalanan naik, untungnya nggak sampai puncak gunung seperti kemarin. Tapi…

Kalo kemarin kami berkejaran dengan hujan hanya gerimis, kali ini kami dikejar hujan. Setelah mulai mengarah ke atas, hujan pun turun. Begitu mulai deras, kami menepi. Untunglah masih ada beberapa bangunan di jalan, entah warung, rumah orang yang dipakai home industry, bengkel, sampai minimarket yang bisa disinggahi. Dari Singaraja sampai ke Bedugul saja kami sudah menepi 4 kali, benar-benar dikejar hujan, hingga jaket dan baju kami basah kuyup yup.

Di tengah perjalanan panjang nan basah itu, setelah melewati area entah apa namanya dimana monyet-monyet bebas berkeliaran, bahkan di jalan raya harus hati-hati karena bisa tiba-tiba muncul monyet nyeberang, kami nemu rumah makan Babi Guling. Dengan senangnya Ike berhenti. Isi perut sekaligus istirahat sejenak. Rumah makannya lumayan besar. Dasar orang udah linglung kehujanan dan kelepekan sekian lama, tanpa tanya-tanya lagi aku langsung pesan makanan, padahal Ike yang lagi ke toilet berpesan supaya aku tanya dulu harga-nya, takut digetok.Haha…

Jadilah kami makan dengan sedikit deg-degan mikirin harga yang mahal di daerah jauh dari pusat keramaian begini. Pas mau bayar kami kaget, seporsi cuma Rp 15.000 padahal lauknya buanyakkk banget. Untunglah… Kami membayar dengan senyum lebar. 😀

Dan ternyata… Baju kami yang tadi lepek, sudah kering lho. Hahaha… Ya sebegitu jauhnya perjalanan kami. Dan setelah perut terisi penuh, saatnya melanjutkan lagi perjalanan jauh itu.

Langit masih mendung, tapi sudah nggak hujan. Kami pun sempat berhenti sebentar di pinggir Danau Bedugul yang ramai. Berhubung kami masih harus menempuh jarak yang cukup jauh dan hari sudah mulai sore, kami cuma mengambil foto danau dan membeli strawberry untuk Ike, membantu melancarkan pencernaannya. Hehe…

IMG-20131114-WA0211

IMG-20131114-WA0210

Sore itu, rencana awal kami adalah mampir ke Tanah Lot, sebelum ke hotel kami di daerah Legian. Sempat galau sih, tapi akhirnya Ike memutuskan untuk tetap ke Tanah Lot, mumpung nggak belok terlalu jauh, ya sekalian aja.

Aku menurut aja. Meskipun kondisi perut lagi kurang bersahabat. Dan seingatku Tanah Lot kan salah 1 tempat wisata popular dan favorit di Bali. Jadi nggak masalah deh, belok dikit kesana.

Taspi sore itu Tanah Lot luar biasa rame-nya. Ya turis, ya warga lokal. Ooo… Ternyata ada upacara adat sore itu. Pantas saja sepanjang jalan kami banyak bertemu warga yang memakai pakaian adat, rupanya mereka mau ke pura di Tanah Lot yang gambarnya banyak beredar sebagai ikon Bali.

IMG-20131114-WA0212

IMG-20131114-WA0222

IMG-20131114-WA0234

IMG-20131114-WA0237

IMG-20131114-WA0224

Ribuan orang mungkin beredar di sekitaran Tanah Lot. Penuh buangettt… Mau foto-foto pun jadi nggak nafsu saking banyaknya orang. Nggak bisa dapat spot foto yang pas. Boro-boro pas, nyari spot agak sepi aja susah, kemana-mana penuh orang. Tapi sudah jauh-jauh datang masa’ kami nggak foto? Paling nggak meninggalkan jejak disana lah. Hahaha…

Hasil jepretan bener-bener nggak oke, karena muka kucel, perpaduan antara kelamaan di jalan, kehujanan dan ngejemur baju sampe kering di badan, plus perut yang masih bergolak. Ike sempat menjenguk ular besar yang ada disitu, yang kalo dilihat harus bayar sukarela. Aku sih nggak ikutan, bukan karena bayar lho, tapi perutku semakin nggak enak.

Entah karena situasi terlalu ramai yang nggak bikin nyaman, atau karena kami sudah terlalu terpesona dengan beningnya air di laut Ceningan, kami nggak terlalu excited di Tanah Lot. Alhasil, hanya sebentar kami di pantai Tanah Lot, sebelum akhirnya menepi di salah satu food court. Istirahatin badan tapi mulut tetap aja kerja mengunyah jagung bakar dan nyeruput es kelapa. Biar nanti malam kami nggak perlu makan banyak-banyak lagi, berhubung itu sudah lewat menjelang malam.

Sebelum terlalu gelap, kami beranjak pulang. Maklum, kalo udah gelap masih cari-cari jalan ngandalin GPS, rasanya agak gimana gitu. Mungkin masih kebayang perjalanan 2 hari lalu di tengah antah berantah menuju Danau Batur.  A bit scary.

Untunglah perjalanan kami lancer-lancar saja. Lagipula, hotel kami di daerah Legian mempermudah pencarian. Nggak harus blusukan di tengah gang untuk nemu. Hehe…

Kami sampai hotel jam 7 malam lewat sedikit. Langsung check in, tapi sayangnya kami nggak dapat kamar di lantai bawah yang langsung mengahadap kolam renang. Kamar kami di lantai 2. Ya sudah lah ya.

Malam itu kami bener-bener istirahat. Nggak kemana-mana. Capek bo kelilingan Bali 5 hari terakhir. Tepar to the max lah pokoknya. Sampe makan malam pun cuma nyeduh Pop Mie saking nggak sanggup nyari makan di luar lagi. Apalagi besok kami masih akan menghabiskan tenaga untuk rafting. Oh my God…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s