20 Oktober 2014, Sejarah Baru Indonesia

Hari ini hari yang bersejarah buat bangsa Indonesia, dan buatku secara pribadi. Ya, hari ini pelantikan resmi Presiden dan Wakil Presiden Indonesia yang ke-7. Dan ini adalah pelantikan yang paling berkesan buatku.

Seperti yang sudah diketahui bersama, Indonesia sudah memilih pemimpinnya untuk 5 tahun ke depan. Ir. H. Joko Widodo dan H. M. Jusuf Kalla akan menjadi Presiden dan Wakil Presiden Indonesia untuk periode 2014 – 2019. Dan hari ini adalah inagurasi resmi, yang prosesi nya mulai dari di MPR hingga istana dan perayaan di Monas. Dan juga akan tersedia makanan gratis untuk masyarakat. Wow!!! Buat orang Indonesia, gratisan itu ‘sesuatu’ banget. Termasuk aku. Hehehe…

Hari ini aku bekerja seperti biasa naik busway. Begitu turun bus, di pinggir jalan terlihat banyak gerobak bakso, siomay, dan batagor. Wah, lumayan bisa beli untuk sarapan, begitu pikirku. But somehow, melihat gerobak-gerobak itu, hatiku terenyuh sampai hampir nangis. Aku terharu banget melihat banyaknya rakyat yang ikut berpartisipasi.

Begitu sampai ke tengah- tengah jajaran gerobak, eh ternyata itu gerobak- gerobak makanan gratis yang ramai dibicarakan. Aku pun pesan 1 porsi siomay dan bakso. Ternyata ada juga minuman dan snack gratis, cuma aku nggak tahu jadi nggak ambil. Hehe…

Sampai di kantor, absen, aku pun turun lagi. Untuk ambil foto-foto bersejarah. Dalam seumur hidupku, baru kali ini aku lihat masyarakat begitu dilibatkan dalam sebuah peristiwa penting di bangsa. Dan di depan kantorku, di seberang gedung Sarinah, mall pertama di Jakarta, menjadi penuh manusia, termasuk pegawai kantoran yang hunting sarapan sepertiku.

20141020_074822

20141020_074822

20141020_081436

20141020_081649

Jujur, hatiku begitu tersentuh melihat kejadian di pagi hari tadi. Tapi ternyata kejadian di siang hari lebih menyentuh lagi. Meskipun aku nggak bisa lihat pelantikan dan pembacaan sumpah di MPR yang membuat banyak orang menangis terharu, dilihat dari cuitan twitter-nya.

Sekitar jam 11 siang, jalan di depan kantorku sudah ditutup. Jalanan sudah penuh dengan manusia. Aku pun sejujurnya nggak konsen kerja dari pagi, karena mengikuti update proses pelantikan dari smartphone. Tiba-tiba di bawah, tulisan berwarna putih “I love you” yang sudah beberapa lama terpampang di tengah jalanan, ditambahkan tulisan “My President A New Hope”. Aku terharu lagi. For the first time, there’s love and hope in one sentence.

20141020_121739

Begitu melihat jalanan mulai ramai, aku langsung turun ke bawah dan mengabadikan beberapa foto. Yang sedang ramai adalah rombongan mahasiswa yang membentangkan spanduk protes damai, salah satu yang tertulis adalah “Warisan SBY Adalah PR Jokowi”.

20141020_113836

Setelah beberapa lama foto-foto, aku dan beberapa rekan kerja yang sama-sama nggak mau ketinggalan momen pun naik kembali. Karena menurut rundown, arak-arakan Pak Jokowi dan JK baru akan sampai di Bundaran HI sekitar jam 12.30, jadi keburu lah kalau kami makan siang dulu sebelum ikut ke Bundaran HI.

Setelah makan, kami pun berjalan menuju Bundaran HI. Dan ternyata kirab budaya sudah dimulai. Sepanjang jalan, banyak rombongan dengan berbagai pakaian dan atraksi. Ada marching band, rombongan adat daerah-daerah, batik-batikan, tari-tarian, hingga pertunjukan barongsai. Tentulah kami foto-foto sepanjang jalan. Haha…

20141020_123713

20141020_123916

20141020_124505

20141020_124555

20141020_125401

20141020_125425

20141020_125633

20141020_131010

20141020_124605

20141020_130300

20141020_124827

20141020_130853

Sampai di Bundaran HI, benar-benar kayak lautan manusia. Penuuhhh… Dari jalan, trotoar, sampai jembatan penyeberangan, penuh dengan orang yang tujuannya sama. Menunggu arak-arakan Presiden dan Wakil Presiden baru. Termasuk kami.

Di siang hari yang panasnya bisa bikin lilin meleleh, ribuan atau mungkin puluhan ribu orang memenuhi jalan. Ada yang pakai payung, topi pet, topi pantai, dan kacamata hitam untuk mengurangi efek sinar matahari yang membakar kulit. Kami, yang terlalu bersemangat, nggak bawa apa-apa selain handphone dan diri sendiri.

Dan kami berusaha menyempil dan menyelip sebisa mungkin supaya bisa dapat posisi di pinggir jalan yang akan dilewati Pak Jokowi dan JK dengan andong yang jadi kendaraan mereka. Berhasil. Tapi begitu rombongan Presiden mendekat, kami didorong mundur oleh polisi dan para pengawal supaya rombongan bisa lewat dengan lancar. Beruntung kami nggak terlalu jauh mundur. Sayangnya nggak bisa salaman, cuma diijinkan untuk lambaikan tangan saja.

Dan begitu rombongan Presiden lewat, hebohnya semakin menjadi-jadi. Aku yang nggak pernah ikut konser popstar atau rockstar yang lagi naik daun, membayangkan mungkin seperti itu antrian menyambut sang popstar atau rockstar idola ya. Mungkin macam fans Justin Bieber dikurangi jeritan-jeritan histeris ya. Hehe…

20141020_133735

20141020_133736

20141020_133734

20141020_133729

20141020_133935

20141020_140228

Rencana awal untuk menyusul rombongan Presiden pun gagal. Boro-boro nyusul, kami aja terjepit di antara lautan manusia. Jalan aja susah. Akhirnya secepat-cepatnya kami jalan, tetap nggak kekejar. Dan akhirnya kami sekalian kembali ke kantor. Itu pun depan kantor masih penuh manusia karena ada bendera merah putih raksasa yang dibawa ratusan orang. Setibanya di kantor, hal pertama yang dilakukan adalah saling berkirim foto dan video yang berhasil kami dapatkan di spot masing-masing. Dan setelah itu dipasang jadi profile picture. 😀

20141020_140301

20141020_140452

20141020_140458

20141020_140616

Dan yang hebat, lihat update di twitter, Bundaran HI yang tadi penuh orang dan sampah, sudah bersih dari sampah dalam waktu kurang dari setengah jam. Hebat, euy! Salut untuk tim bebersih-nya. Top!

Sore hari perayaan dilanjutkan di Monas, landmark kota Jakarta. Sayangnya kami nggak ada yang bisa kesana dengan alasan yang berbeda-beda. Jadi nonton di rumah masing-masing deh. But…

This is truly a wonderful day. A day that I will never forget. This is a new history for Indonesia. Sejarah baru dimana rakyat begitu antusias menyambut pemimpinnya yang baru. Terlepas dari semua kejadian kurang mengenakkan selama kampanye, hari ini, 20 Oktober 2014, adalah sejarah untuk Indonesia. Dan bukti bahwa Tuhan begitu mengasihi Indonesia.

Itu aja. Sebagai penutup, aku mau kutip twit om Henry Manampiring @newsplatter yang membuatku (lagi-lagi) terharu : “Di negeri ini, anak tukang kayu bisa jadi presiden. What’s your excuse?”

Selamat memimpin, Pak #PresidenJokowi dan Pak JK. Tuhan memberkati bapak berdua.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s