HUJAN-HUJANAN DI PHUKET (3)

Pagi-pagi kami bangun dan langsung bersiap-siap tur ke Phiphi Island. Ngarep nggak hujan kayak kemarin, tapi ternyata hujan tetap turun. Dan sampai mobil penjemput kami tiba pun, kami menaiki mobil dengan buru-buru supaya nggak terlalu basah kena hujan.

Kali ini mobil kami diisi dengan sekeluarga orang Tiongkok, yang ngobrol dengan nyaringnya padahal orang yang diajak ngobrol di depan muka. Dan sepanjang perjalanan, kuping kami lumayan capek juga dengar beberapa obrolan bersuara nyaring dari beberapa sumber. Iya, tuh keluarga aja ada 5 orang, ayah ibu, 2 anak dan 1 pacar anaknya, jadi mereka bikin 2 grup obrolan yang sama-sama nyaring. Berikutnya naik juga rombongan keluarga dari Tiongkok, yang juga sama cara bicaranya, tapi mendingan karena ada anak kecil jadi mereka nggak selalu ngoceh ngegrup, tapi kadang harus ngurusin anak kecil itu.

Perjalanan ke dermaga memakan waktu sekitar 2 jam juga, seperti kemarin. Kali ini kami naik speed boat, jadi lebih ngebut. Di pinggir dermaga ada kapal seukuran big boat tapi lebih bagus. Karena orangnya lebih banyak daripada kemarin di big boat, kupikir speed boat nya itu, ukuran sebesar big boat tapi lebih cepat.

Eh ternyata aku tertipu, speed boat kami adanya di balik kapal yang besar dan bagus itu. Ukurannya kecil, seperempat big boat kemarin, padahal orangnya 3x lipat kemarin. Jadi di tengah tersedia beberapa puluh kursi, tapi di sekeliling pinggir juga tersedia tempat duduk menempel ke dinding kapal. Dan seluruh kursi full bahkan nggak muat, dan ada yang terpaksa berdiri. Weleh… Ini sih jauh dari bayanganku soal speed boat, kupikir kayak speed boat dari Sanur ke Nusa Lembongan Bali yang kursinya jelas, bukan kursi tambahan kayak begitu.

Ada turis Tiongkok, bapak-bapak berumur 50-an yang komplain karena dia dan pasangannya (entah istri atau pacar, hehehe…) yang masih muda nggak dapat kursi dan disuruh duduk di belakang kapal tapi wilayah belakang kapal nggak kebagian atap. Eh malah diocehin sama leader guide, kalo nggak suka ya nggak usah ikut, karena ikut tur di musim hujan gini, harusnya tahu resikonya. Tapi kalo nggak jadi ikut, uang nggak kembali karena bayarnya kan ke agen masing-masing. Dan seperti bisa diduga, mana ada yang mau rugi. Jadi, sambil ngedumel, tetap aja tuh bapak ikut, dan pasangannya akhirnya bisa duduk, entah siapa yang mengalah kasih kursi.

Bagian belakang speed boat full sampai ada yang berdiri
Bagian belakang speed boat full sampai ada yang berdiri

Lalu speed boat pun berangkat. Dalam kondisi hujan deras. Lagi. Jadi hampir seisi kapal pakai jas hujan. Dan kami kebagian duduk di pinggir, jadilah kena cipratan air hujan dan air laut sepanjang perjalanan.

Sebelumnya, leader guide umumin kalau cuaca hujan begini, ombak bakal besar dan perjalanan selama sekitar 2,5 jam untuk mencapai spot pertama bakal tergoncang-goncang, jadi kalau ada yang mual dan butuh obat anti mabuk dan kantung plastik untuk you-know-what, sudah disediain sama mereka.

Dan benar aja, guncangan kapal lumayan kencang sampai aku dan temanku yang merasa duduknya nggak safe, jadi harus saling pegangan tangan. Karena nggak ada lagi yang bisa dipegang, tiang kapal pun jauh dari jangkauan kami.

Terguncang-guncang keras di satu jam pertama, aku dan temanku malah ketawa-ketawa. Seru aja. Lagian aku udah beberapa kali naik speed boat jadi nggak kaget dengan guncangannya. Temanku juga nggak mual-an. Tapi, penumpang lain yang mayoritas nini-nini dari Tiongkok yang duduk di area tengah kapal, sudah pada pucat. Ada yang memaksakan diri untuk tidur, ada yang sudah sibuk oles-oles minyak angin di sekitaran leher, ada yang sudah minta kantung plastik. Dan begitu satu menggunakan kantung plastik, menular lah ke yang lain. Hadehhh…

Karena sudah mulai bosan, aku berusaha untuk tidur. Tapi nggak berhasil. 2,5 jam cuy tergoncang-goncang dengan pemandangan orang pada mabuk laut. Duhhh…

Akhirnya speed boat menurunkan kecepatan, kami tiba di Viking Cave. Berhenti sekitar 5 menit disitu, kata guide sih buat ambil foto. Berhubung kapal sangat penuh dan hampir semua orang sudah ambil spot di sebelah kiri kapal untuk foto-foto, aku dan temanku nggak sempat ambil foto sampai kapal bergerak meninggalkan spot itu. Cedihhh…

Lalu, leader guide mengumumkan bahwa hari itu kami nggak bisa mampir ke Maya Beach, yang dipakai untuk syuting film The Beach-nya Leonardo Dicaprio waktu masih abege, yang sebenarnya spot utama di paket hari itu. Karena hujan deras banget, jadi air naik dan menutupi Maya Beach. Kami cuma diperlihatkan posisi Maya Beach yang cuma bisa kami lewati aja. Cedihhh lagi.

CANON IXUS Theo 619

Akhirnya kami menepi di Monkey Beach. Dinamakan Monkey Beach karena banyak monyet disitu. Leader guide mewanti-wanti kami semua, kalo kasih makan monyet, jangan terlalu dekat sama monyet-nya karena kadang suka nyakar. Oke sip!

CANON IXUS Theo 626

CANON IXUS Theo 627

Karena Monkey Beach nggak terlalu luas dan kapal kami banyak orang, jadi berasa sempit. Ditambah dengan puluhan monyet yang berkeliaran. Dan di sela-sela keramaian, tiba-tiba terdengar teriakan. Seorang cewek ketakutan karena tiba-tiba dikelilingi beberapa monyet dalam jarak sangat dekat. Padahal udah dibilangi sama guide, kasih makan monyet jangan terlalu dekat. Beuhhh… Entah siapa yang akhirnya ngebantuin tuh cewek, aku nggak perhatiin lagi.

Di Monkey Beach hanya sekitar 15 menit, dan aku pun bosan. There’s nothing much to do. Dan kami pun kembali ke kapal. Setelah semua penumpang yang turun (ada juga penumpang yang malas turun lho) kembali naik kapal, leader guide mengumumkan bahwa setelah ini kami akan snorkeling yang lokasinya hanya sekitar 10 menit dari situ. Lanjuttt…

Dan tiba-lah kami di dekat spot snorkeling. Ditawarin paket diving lengkap oleh guide, tapi kudu bayar ekstra (lupa persisnya berapa THB) dan migrasi ke kapal lain yang kayaknya kerjasama dengan kapal kami. Karena nggak ada yang mau diving, kapal dibawa sedikit menjauh dari kapal untuk diving tadi.

Spot snorkeling. Semua dipersilahkan turun. Yang mau berenang, snorkeling, bebas. Asal perabotannya diperhatiin aja. Berhubung aku udah pinjam fin seharga 100 THB tadi, rugi kan kalo nggak dipake, ya sudah turun aja. Temanku sih santai aja nggak sewa fin, jago renang doi. Ngiri.

Dan turunlah kami ke laut. Byur… Dan di laut sudah pada berenang bergerombol nini-nini dari Tiongkok itu. Hebat juga tuh para nini, berani nyemplung di laut padahal abis mabok berjemaah. Hehe…

Waktu snorkeling, aku berpisah sama temanku. Karena dia nggak pakai fin, jadi lebih gampang turunnya. Ditambah lagi, sekitaran situ ramai banget sama orang, jadi aku nggak tau temanku yang mana. Ya kali, bisa nemuin doi di antara seratusan orang yang mengambang di sekitar kapal.

Aku berenang-renang sedikit. Snorkeling pun nggak jelas apa yang dilihat. Nggak kelihatan coral, ikan pun sedikit. Air juga nggak jernih. Yang kelihatan malah kaki-kaki rombongan nini-nini yang bergerombol. Aku pun berenang sendiri mengitari kapal, sambil mencari temanku. Nggak ketemu juga sampai di dekat tangga naik, jadi aku memutuskan untuk naik saja. Nggak menikmati snorkeling-nya.

Begitu mau naik, eh ternyata temanku sudah nungguin di dekat tangga naik. Rupanya dia sudah naik duluan dan nungguin aku disitu. Ya sudahlah aku naik saja. Tapi di depanku ada yang lagi naik juga, sesama orang Indo yang nggak asik (baca di : Turis-turis Lain). Dan pas aku naik di tangga, tali kapal menjepit kaki-ku. Sudah aku usahakan tarik, malah makin kencang terjepit. Rupanya tali itu ditarik salah satu penumpang yang lagi snorkeling, sampai aku dan orang lain teriak-teriak pun tuh orang nggak dengar karena telinganya di bawah air.

Setelah berusaha narik tali itu sambil teriak-teriak, tali pun mengendur. Dilepas sama orang yang lagi snorkeling tadi. Buru-buru lah aku naik sebelum terjepit lagi. Cuma agak malu aja karena beberapa orang yang sudah naik jadi ngeliatin aku karena teriakan-ku tadi. Ehmm…

Setelah naik, aku langsung pake cardigan. Biar nggak terlalu dingin. Dan temanku bilang, tau nggak siapa yang tadi snorkeling sambil narik tali kapal? Si gempal, temannya si manis, sesama orang Indo yang nggak asik tadi. Setelah sadar diteriakin dan lepas tali pun, mukanya lempeng aja. Duhhh… Heran juga, orang Indonesia sekarang udah nggak kayak dulu yang terkenal ramah tamah.

Selesai ber-snorkeling ria sekitar 30 menit (cuma dikasi waktu segitu sama guide), dan semua penumpang sudah naik, kapal meluncur lagi. Kali ini kami menepi di pulau Phi Phi Don, yang sudah ada bangunannya karena disitu digunakan untuk makan siang kami.

Sambil menuju Phi Phi Don, leader guide menjelaskan, karena ombak makin tinggi, jadi untuk kembali ke Phuket, penumpang diberi 2 pilihan : ikut sama doi naik big boat yang nanti akan mampir ke Phi Phi Don atau tetap naik speed boat bersama kru yang lain dengan kondisi ombak akan lebih besar dan goyangan kapal bakal lebih yahud, diperkirakan ombak sampai 10 meter. Sebagai pembanding, waktu kami berangkat tafi ombak sampai 6 meter aja udah terbantong-banting di kapal.

Aku dan temanku berdiskusi dan memilih big boat, sama seperti kebanyakan penumpang. Sisa beberapa orang saja, termasuk para bule, yang memilih tetap di speed boat untuk perjalanan pulang ke Phuket.

Setelah makan siang yang cukup mengenyangkan sekitar jam 12.50, kami berkumpul di dermaga. Leader guide mengumumkan perubahan lagi. Tetap 2 pilihan : pulang ke Phuket naik big boat dijemput sekitar jam 2 tapi doi nggak jadi ikut disitu nemenin penumpangnya yang migrasi, atau ikut speed boat cabut sekarang dan mampir dulu di Khai Island bersama doi. Spontan aku dan temanku berubah pilihan, ada yang mampir pulau lain dulu, ya tentu aja kami memilih itu. Sudah bayar mahal-mahal untuk ikut tur tapi karena cuaca buruk jadi banyak yang ‘hilang’, masa kami pulang begitu saja? Nggak mau rugi, dan kami pun nggak masalah tergoncang-goncang di speed boat, kami memilih option 2.

Our lunch at Phi Phi Don
Our lunch at Phi Phi Don
Lokasi makan siang di Phi Phi Don
Lokasi makan siang di Phi Phi Don

Nggak lama setelah rombongan terbagi 2, kami yang memilih speed boat langsung berangkat. Ternyata yang akhirnya memilih speed boat lumayan banyak juga, sekitar 30 orang.

Perjalanan menuju pulau Khai tetap penuh guncangan. Tapi cuaca sudah nggak hujan, malah matahari bersinar terang benderang. Dan kali ini lebih bisa menikmati karena kapal nggak sepadat tadi pagi dan nggak sibuk mengalihkan pandangan dari para mabok-ers. Hehe…

Karena aku dan temanku tetap duduk di pinggir dan nggak ada pegangan, sedangkan kapal terus berguncang keras, temanku berpegangan (ijin dulu lho ๐Ÿ˜„) pada pundak salah satu turis asing yang ramah di sebelahnya. Dia ngerti lah kondisi duduk kami.

Perjalanan ke pulau Khai hanya sekitar 1 jam. Dan cuaca tetap cerah ceria. Finally. Kami nggak perlu tampak aneh pakai jas hujan di pantai. Hahaha…

Pulau Khai pas kami datang sepi banget. Hanya ada 1 speed boat lain selain kapal kami. Kata leader guide kami beruntung bisa dapat pulau Khai yang sepi begitu karena biasanya ada ribuan orang disitu. Bujug dah.

Di pantai sudah berjejer puluhan kursi malas dengan payung warna-warni yang bisa disewa. Harga sewa nya150 THB untuk 2 kursi. Awalnya kami malas untuk sewa (tepatnya sayang ngeluarin uang ๐Ÿ˜ƒ) tapi karena kami perlu tempat untuk taruh barang dan sedikit duduk santai ya terpaksa kami sewa juga. Tapi kami memutuskan nggak beli apa-apa karena semua mahal di pulau itu. Maklum aja, kata leader guide, pulau Khai ini sebenarnya tidak berpenghuni, tapi sejak jadi tempat wisata pulau itu dibangun restoran dll dan jadi sumber pendapatan untuk penduduk pulau sekitar.

Kami punya waktu 2,5 jam untuk dihabiskan di pulau Khai. Asyik… Setengah jam pertama kami habiskan dengan duduk-duduk santai dan ngemil. Kami juga ngobrol sedikit dengan 2 orang turis asal London yang salah satu nya jadi tempat pegangan waktu di kapal tadi. Mereka ramah banget. Dan mereka senang banget bisa jalan-jalan di Phuket, yang menurut mereka indah banget. Hmm… Aku jadi gatal mau promosi Indonesia yang nggak kalah (bahkan menurutku lebih) indah. Kami menyebut Bali dan mereka kayak nggak pernah dengar gitu. Hah? Hari gini nggak tau Bali? Sayang aku nggak bawa tablet-ku yang kupakai untuk menyimpan foto-foto traveling-ku. Kalo aku bawa, langsung aku perlihatkan betapa cantiknya Indonesia-ku.

Setelah santai-santai, 2 bule tadi ber-snorkeling ria. Dan kami hanya jalan-jalan santai sambil foto-foto. Pulau Khai ini pasirnya putih dan airnya tosca hingga biru muda. Di ujung-ujung terdapat batu-batuan dan pepohonan. Tapi pulau ini nggak terlalu luas, sebentar saja kami sudah mentok dari ujung ke ujung. Untungnya sepi jadi kami bisa jalan sambil ambil foto dengan slow motion, nggak takut mengganggu atau diganggu banyak orang. Baru berasa istilah ‘santai kayak di pantai, selow kayak di pulau’. Hehe…

CANON IXUS Theo 672

CANON IXUS Theo 679

CANON IXUS Theo 645

CANON IXUS Theo 658

CANON IXUS Theo 668

CANON IXUS Theo 674

IMG-20141104-WA0014

CANON IXUS Theo 684

Sekitar jam 16.30 kami sudah diteriakin leader guide untuk kembali ke kapal. Dan setelah semua penumpang kembali ke kapal, leader guide baru kasitau, ternyata dari pulau Khai untuk kembali ke Phuket hanya butuh waktu 10 menit saja, sodara-sodara. Betapa rugi nya rombongan yang ikut big boat. Apalagi kedua kapal sampai di dermaga di waktu yang bersamaan. Beruntung lah kami nggak salah pilih jadi nggak terlalu rugi.

Setelah semua penumpang yang kembali ke Phuket, baik yang naik speed boat maupun big boat, sudah kumpul semua, langsung dijemput oleh driver mobil yang mengantar tadi pagi. Kami kembali menaiki mobil yang sama untuk diantar ke hotel.

Karena sampai hotel sudah agak malam, kami hanya beres-beres dan mandi sebentar. Malam terakhir mau kami habiskan dengan hunting makanan dan sate barbeque. Haha…

Hasil googling, katanya kalo malam ada pasar jajanan di dekat Jungceylon mall. Jadilah kami kesana berniat ngemil-ngemil jajanan khas Thailand. Setelah menelusuri jalan, Jungceylon nya ketemu, tapi pasar yang dimaksud nggak ketemu. Tanya orang malah bilang pasar nya udah ditutup. Haduhhh…

Jungceylon Mall
Jungceylon Mall

Nggak putus asa dan penasaran, karena yakin di sekitar situ ada pasar, dan kayaknya orang yang kami tanya nggak ngerti maksud kami, jadi kami susurin sekitaran Jungceylon mall. Di salah satu sisi nya, seberang nya ada semacam komplek pertokoan yang mirip pasar. Terang pula. Mungkin itu pasar. Coba kesana deh.

Menyeberang jalanan yang agak berantakan karena ada galian di pinggir jalan dekat pertigaan, kami sampai di tempat yang kami maksud. Benar saja, bentuknya kayak pasar yang sudah pada tutup. Tapi di area parkiran banyak kios-kios jajanan. Ini dia nih! We found it!

Langsung hunting yang kami cari. Ada 1 stand sate barbeque tapi udah ludes. Melipir terus sampai ke dalam, stand sate barbeque yang kami cari nggak ada lagi. Hix… Akhirnya kami jajan yang lain aja, sambil celingak-celinguk mungkin ada stand sate barbeque nyempil. Hehe…

CANON IXUS Theo 698

CANON IXUS Theo 697

Setelah keliling sekitar selama setengah jam dan nggak menemukan tujuan utama kami padahal udah disusuri dari ujung ke ujung, kami memutuskan untuk pindah lokasi. Masuk sebentar ke Jungceylon mall, dan ternyata ada pertunjukan dancing fountain sebentar lagi. Yah, nunggu 20 menit cingcay lah.

Setelah menunggu dancing fountain mulai dan menonton sekitar 15 menit, kami pun beranjak dari situ. Mengarah kembali ke hotel, sambil berharap menemukan yang kami cari di tengah jalan.

The dancing fountain
The dancing fountain

CANON IXUS Theo 692

IMG-20150406-WA0030

Benar saja, di jalan kami menemukan kedai mie yang di samping nya juga menyediakan sate barbeque. Karena kami lapar, kami pesan makan berat dulu, setelah itu kami berniat ngemil sate barbeque. Tapi… Sayangnya kami nggak berhasil juga menyantap sate barbeque karena sesuatu hal (baca juga di Turis-turis Lain).

Selesai makan, sekitar jam 10.20, kami pun pulang ke hotel. Besok pagi kami akan dijemput jam 8 oleh Mr. Aek untuk city tour selama setengah hari sebelum ย kembali ke Jakarta.

Advertisements

One thought on “HUJAN-HUJANAN DI PHUKET (3)”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s