Jalan-jalan Ke Jogja : Serba Irit

Semalam kami sudah bertekad akan bangun sekitar jam 5 supaya bisa melihat sunrise. Apa mau dikata, kami baru bangun jam 5.45 dan di luar sudah mulai terang. Buru-buru lah kami bersiap-siap. Semoga masih keburu.

Mobil pun kami bawa ke dekat karang besar di pinggir pantai. Kami berniat menyaksikan sunrise dari situ karena posisi nya agak tinggi. Tapi karena sudah jam 6 pagi, matahari sudah menyembul di sebelah timur. Kami berjalan menaiki tangga bambu yang disusun untuk menaiki karang besar itu. Berjalan terus menuju puncak, kayak theme song AFI.

Tangga menuju puncak 😃
Tangga menuju puncak 😃

Perlahan tapi pasti, matahari muncul di balik perbukitan. Sinar matahari pagi memantul di atas laut selatan yang selalu berombak, meskipun pagi hari itu ombak tidak seganas kemarin sore.

IMG-20150605-WA0049

IMG-20160206-WA0004

IMG-20160206-WA0000

IMG-20160206-WA0005

20150605_062540

IMG-20160206-WA0007

Setelah menyaksikan prosesi sunrise sampai matahari bulat benar-benar bersinar, kami turun dari karang tersebut dan menjelajahi daerah sekitar. Di dekat situ ada sebuah bukit yang sepertinya bisa dinaiki. Sebenarnya dari kemarin aku sudah pengen kesana, tapi karena sudah sore dan masih harus cari penginapan, urung deh. Pagi ini, akhirnya kami memutuskan kesana, kalau memang bukit itu bisa dinaiki.

IMG-20160206-WA0015

IMG-20160206-WA0014

Sampai di kaki bukit, mobil kami parkir. Bukitnya nggak terlalu tinggi sih sebenarnya, dan sudah dibuatkan jalan untuk ke atas, tapi masih ditutup. Mungkin belum selesai jalan nya. Kami pun berjalan kaki ke atas, menapaki jalan dari semen yang sudah disiapkan.

Namanya Bukit Giri Sarangan. Sepanjang perjalanan menanjak, kami bisa melihat sisi-sisi lain di sekitar pantai Krakal. Ombak memecah di bawah bukit batu di sebelah kanan kami. Di kiri kami pantai Krakal.

Tiba di puncak, ternyata dibuat berbentuk lingkaran dan rata. Jadi kami bisa ambil view panorama 360°. Meina malah bikin video sambil berputar-putar menunjukkan view sekeliling kami.

20150605_071449

20150605_071200

IMG-20160206-WA0012

IMG-20150605-WA0072

Sekitar 15 menit saja di puncak, dan kami harus turun lagi. Maklum sudah jam 7 lewat, dan kami belum sarapan dan mandi. Turun bukit, kami langsung memesan mie instan di warung yang ada persis di kaki bukit. Mie instan lagi? Iya. Kan persediaan uang kami sangat terbatas 😁 (baca : Jalan-jalan Jogja : Oh Paradiso).

Kami makan lama juga, sambil ngobrol ngalor ngidul. Eh baru saja kami mau pergi, seorang anak laki-laki kecil menghampiri kami dan menyalami kami “Salim, salim,” begitu katanya dengan senyum sumringah. Ternyata anak itu cucu dari pemilik warung. Saking ramahnya anak tadi, kami mengurungkan niat untuk pergi dan mengikuti anak tadi masuk ke dalam.

Namanya Ihsan. Senyum lebar terkembang di wajahnya. Bahkan dia menyapa kami, orang asing yang belum pernah dilihat dan mencairkan suasana. Akhirnya kami ngobrol sebentar dengan ibu tua pemilik warung dan anaknya (ibu-nya Ihsan yang terlihat masih sangat muda), dan seorang pengunjung warung yang sepertinya teman si ibu tua. Dan nggak lupa sebelum pulang, kami mengabadikan momen tersebut. What a lovely kid they have.

IMG-20160206-WA0009

Setelah ber-dadah-dadah ria dengan Ihsan dan keluarga nya, kami kembali ke penginapan. Harus ngebut mandi dan siap-siap, karena kami akan ke beberapa lokasi lagi sebelum kembali ke kota.

Penginapan kami dan si ibu penjaga
Penginapan kami dan si ibu penjaga

Jam 10 kami meluncur pergi setelah menyelesaikan urusan bayar-membayar. Tujuan kami berikutnya : pantai Siung dan pantai Jogan.

Keluar area pantai Krakal, kami memacu mobil ke arah kanan. Pemandangan di jalan hampir sama dengan kemarin. Dan kami melewati beberapa pantai, salah satunya pantai Indrayanti yang paling ramai dan terkenal di daerah Gunungkidul, hingga disebut Kuta-nya Yogyakarta. Juga pantai Nglambor yang ruame banget pas kami lewat, yang ternyata pantai buat snorkeling selain Sadranan.

Nggak sampai setengah jam, aku melihat plang pantai Jogan. Kami baru akan belok menuju pantai Jogan, dan kami melihat petugas berseragam berdiri. Bayar biaya masuk Rp 5.000/orang. Beuh! Spontan kami ingat uang kami yang sudah sangat tiris itu. “Di dalam bayar lagi nggak, Pak?” Ike udah mulai jutek. Ya iya lah, untuk bayar parkir aja harus mengais dompet dan kantung, juga selipan-selipan di tas atau apapun.

“Nggak kok, mbak. Paling parkir aja.”

Dengan berat hati aku menyerahkan 3 lembar Rp 5.000. Semoga benar kata si bapak, nggak ada bayar apa-apa lagi nanti.

Memasuki area pantai Jogan, jalanan sempit berbatu dan menurun, hanya cukup untuk 1 mobil. Untunglah Meina cukup jago menyetir dan parkir meski di area sempit begitu.

Sekitar 50 m dari tempat parkir, sudah terlihat pantai Jogan. Tidak seperti pantai berpasir, pantai Jogan ini pantai bertebing batu dan posisi kami di atas tebing batu.

Yang unik dari pantai Jogan ini adalah ada ‘air terjun’ di pantai nya. Jadi dari atas tebing batu mengalir air ke bawah seperti air terjun mini. Meskipun nggak besar, pemandangan seperti itu cukup menjadi identitas sendiri untuk pantai Jogan.

DSCN1081

DSCN1073

20150605_110214

20150605_110317

Setelah 30 menit menghabiskan waktu di pantai Jogan, kami meluncur lagi. Kali ini menuju pantai Siung, yang pernah dikunjungi tim My Trip My Adventure.

Pantai Siung punya area berpasir yang sangat luas. Lebarnya mungkin beberapa ratus meter. Dan di sisi nya terdapat area tebing-tebing yang bisa digunakan untuk turun tebing, atau istilahnya rappelling, yang pernah dilakukan di salah satu sudut Pantai Siung oleh Denny Sumargo, host senior My Trip My Adventure sekaligus host favorit saya. Oke, lupakan yang terakhir. Personal bias. Hehehe…

Karena kami memang nggak punya banyak waktu untuk dihabiskan, dan aku pun baru sembuh dari keseleo, nggak mungkin kami main ke area tebing-tebingan. Jadilah kami hanya main di sekitar pasir dan batu-batu di pinggir pantai.

Dan Meina datang dengan sebuah ide. Bikin video lari di pantai. Tapi dari tengah ke salah satu pinggir. Kalo dari ujung ke ujung kayaknya kami bakal kehabisan napas sebelum sampai. Yah, maklumlah, kami kan karyawan kurang olahraga. 😁

IMG-20150607-WA0135

IMG-20150607-WA0141

IMG-20150607-WA0132

IMG-20150607-WA0134

Setelah main sebentar di tengah batu-batuan di pinggir, kami pun meluncur lagi. Kami harus keluar area Gunungkidul dan menuju daerah Bantul, sebelum kembali ke kota Yogyakarta.

Di tengah jalan, aku melihat ATM. Langsung kami hentikan mobil dan tarik dana dari ATM. Akhirnya nggak lagi harus mengais dompet demi mencari lembar demi lembar rupiah.

Pas pula di sebelah ATM ada warung jadi kami langsung beli minuman dingin. Sedari tadi berangkat dari hotel kami belum minum yang lain selain air putih sebotol bertiga. Iya, tadi kami emang ngirit banget. 😂

Setelah mengamankan dompet, kami jadi lega. Bisa makan dengan tenang. Dan mengisi perut sebelum kami menuju ke air terjun Sri Panjung di Kabupaten Bantul yang jaraknya lumayan jauh.

Mengandalkan GPS demi mencari air terjun Sri Panjung, ternyata belum ada lokasi nya di Google Map. Akhirnya tujuan kami ganti jadi nama desa nya, selebihnya manual, nanya orang.

Sesampai di desa Jatimulyo, mulailah bingung menentukan arah. Dan setelah bertanya sana-sini, kami menemukan juga jalan menuju air terjun. Sempit. Dan makin lama makin sempit. Sampai kami tanya orang naik motor, eh ternyata dia juga lagi nyari lokasi yang sama. Akhirnya ibu-ibu penduduk lokal mengarahkan kami ke jalan yang hanya selebar 1 mobil pas, bahkan kalo papasan sama motor nggak bisa lewat. Tapi itulah satu-satunya jalan menuju Sri Panjung. Katanya sekitar 1 km lah jalan itu.

Dengan ragu-ragu kami lewati jalan kecil nan sempit itu. Ibu-ibu penduduk lokal tadi naik motor di belakang kami, sepertinya menuju arah yang sama. Dengan sabar beliau memacu motornya mengikuti mobil yang bergerak perlahan. Maklum, jalannya cuma disemen, berkelak-kelok, agak menurun, dan tanpa penunjuk jalan.

Akhirnya tibalah kami di tanah agak lapang dan terlihat beberapa mobil dan motor diparkir. Juga warung kecil yang menjual minuman dan gorengan. Dan ternyata kami sudah tiba. Tapi untuk mencapai air terjun, kami masih harus menyusuri jalan dan tangga yang sudah dibangun. Sekitar 15 menit berjalan, barulah kami akan sampai di air terjun.

Air Terjun Sri Panjung sendiri berada di kawasan Hutan Lindung Bantul. Pemandangan dari parkiran aja sudah menyejukkan mata. Sejauh mata memandang terlihat pepohonan hijau dan aliran sungai kehijauan. So refreshing!

IMG-20150607-WA0147

IMG-20150607-WA0146

IMG-20150607-WA0151

IMG-20150607-WA0152

Setelah menyusuri tangga menurun dan jalan dari semen di depannya, jalan pun terpecah dua, tangga menurun lagi ke bawah atau lurus tapi di depannya jalan tanah. Kami terus ke depan mengikuti jalan tanah yang makin lama makin sempit dan tak jelas bentuknya. Kan biasanya makin susah medannya, makin worth it yang ditemukan. Sampai di suatu titik, jalan di depan semakin tak terlihat karena ranting pohon dan rerumputan menutupi jalan yang makin sempit dan bersisa lebar 30 cm dan sisi kiri langsung jurang. Secara kami cuma pakai sandal jepit, celana pendek, jalan setapak licin pula sampai kami harus berpegangan tangan supaya nggak jatuh. Kami memutuskan untuk nggak lanjut, karena terlalu beresiko dengan kondisi kami yang kurang persiapan dan kakiku yang belum bisa dipakai di medan yang tak jelas. Padahal di depan kami tadi ada 3 pria menyusuri jalan yang sama dan entah udah dimana saking cepatnya mereka jalan. Coba tadi mereka nggak terlalu cepat, at least kami bisa tahu arah di depan kan. Mungkin mereka udah sering kesini kali, pikirku.

IMG-20150607-WA0155

IMG-20150607-WA0160

IMG-20150607-WA0156

Akhirnya, kami berhenti di situ. Melihat air terjun Sri Panjung dari seberang. Lalu berbalik, dan mencoba mengambil tangga menurun yang tadi kami lewati. Dari arah bawah terdengar banyak suara orang yang tertawa. Dan di saat itu, meski aku nggak terlalu suka keramaian di alam, suara tawa orang-orang jadi semacam pencerahan kalau kami nggak nyasar.

Kami pun menuruni tangga sampai ujung dan berakhir di sungai. Dan disana nggak ada orang lain selain kami bertiga. Lalu, suara tawa ramai itu dari mana datangnya? Tenang aja, ini bukan cerita horor. Ternyata sekitar 50 meter dari titik kami berdiri, ada rombongan yang lagi main di air terjun Sri Gethuk yang tersohor dan emang lokasinya berdekatan dengan Sri Panjung. Mereka naik semacam kapal gitu, seperti yang pernah aku baca di blog orang. Karena kami anti mainstream, makanya kami pilih mengunjungi Sri Panjung bukan Sri Gethuk, tanpa tahu kalau lokasinya segitu dekat. Tahu gitu…

IMG-20150607-WA0174

IMG-20150607-WA0163

IMG-20150607-WA0162

IMG-20150607-WA0166

IMG-20150607-WA0121

Karena hari sudah sore dan kami harus keluar dari lokasi sebelum gelap, jam 5 kami sudahi bermain di sungai berbatu-batu itu. Naik ke titik awal kami sampai tadi benar-benar peer banget. Antar anak tangga nya tinggi dan jarak ke parkiran lumayan bikin ngos-ngosan. Terpaksa kami jajan di warung dekat parkiran demi mengganjal perut.

Akhirnya sebelum hari benar-benar gelap kami meluncur lagi. Melewati lagi jalan sempit selebar 1 mobil tadi. Dan langsung memasang lokasi pada GPS. Kembali ke kota Yogyakarta.

Jalan masuk dan keluar area Sri Panjung
Jalan masuk dan keluar area Sri Panjung

IMG-20160214-WA0000

Menepi sebentar demi foto dari tempat tinggi
Menepi sebentar demi foto dari tempat tinggi

Sempat tersasar waktu mencari penginapan yang sudah kami booking dan bayar, karena GPS malah menunjukkan lokasi lain. Tiba di penginapan, langsung bongkar muatan. Tadinya mau makan ke Malioboro atau tempat makan terkenal dekat situ, tapi batal karena kami sudah males dan nggak mau tidur terlalu malam. Besok kami harus berangkat jam 4 subuh. Dan kami pun hanya makan nasi kucing di depan penginapan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s