Jalan-jalan ke Jogja (End)

Menurut salah satu blog yang aku baca, kalau mau ke Bukit Punthuk Setumbu, sebuah bukit yang kini jadi tambah terkenal setelah jadi salah satu lokasi syuting AADC 2, sebaiknya jam 3 pagi sudah jalan. Karena lokasinya sekitar 2 jam perjalanan dari kota Yogyakarta, tepatnya di dekat Candi Borobudur, kota Magelang. Ya, paling nggak jam 5 pagi kami sudah sampai parkiran Bukit Punthuk Setumbu supaya bisa naik dengan santai dan tiba di puncak bukit tepat waktu untuk menyaksikan pemandangan sunrise yang menakjubkan.

Apa daya? Meskipun kami sudah mandi di malam hari sebelum tidur supaya pagi nggak telat berangkat karena mandi, kami baru bangun jam 03.00. Mengumpulkan nyawa, cuci muka, gosok gigi, dan siap-siap lainnya. Jadinya jam 3.30 kami baru berangkat.

Jam 5.40 kami tiba di persimpangan Borobudur. Banyak ojek yang menawarkan diri mengantar kami ke Punthuk Setumbu, begitu melihat arah belokan kami. Harga yang ditawarkan dari 100.000, turun jadi 75.000 beberapa menit kemudian, hingga waktu kami meneruskan jalan, seorang bapak ojek memberi harga 40.000 saja. Karena kami sudah nggak punya waktu untuk nyasar, meskipun pakai GPS, kami memakai jasa bapak itu. Maklum, GPS kan kadang suka kasi petunjuk arah yang ‘ajaib’.

Ternyata arah yang ditunjukkan si bapak sama persis dengan GPS. Rugi deh. Ya, at least kami nggak perlu berhenti karena ragu sama arahan GPS. 10 menit kemudian kami tiba di parkiran. Jam 05.50. Sudah lumayan terang.

Kami pun bergegas membayar bapak ojek, berjalan menuju loket pembayaran tiket masuk. Rp 15.000/orang. Dan bersegera mungkin menaiki tangga ke puncak. Sudah jam 05.55.

Baru menapaki anak tangga pertama menuju puncak, seorang ibu yang berjualan disitu bilang, “Cepat mbak, sudah terbit matahari-nya.”

Kami pun jadi sedikit panik. Sudah jauh-jauh, malah telat sampe pula. Halah…

Tapi, semangat kami berjalan ngebut bahkan setengah berlari hanya bertahan kurang dari 5 menit. Kami bukan hanya menaiki tangga yang jaraknya lebar dan tinggi, tapi juga mendaki bukit. Napas kami cepat habis dan kami sesekali berhenti sejenak untuk mengambil napas. Perjalanan menuju puncak nggak lama sih, 15 menit saja. Tapi tetap saja menguras tenaga.

Hampir tiba di puncak, kami berpapasan dengan beberapa orang yang turun. Lah, kami belum sampai, mereka udah pada turun. Ya karena itu sudah jam 06.10. Matahari sudah terbit dari tadi.

Setiba di puncak yang cukup ramai, kami langsung mencari spot agak kosong yang asik untuk melihat magis-nya pemandangan sunrise dari Bukit Punthuk Setumbu. Meskipun hanya kebagian sisa-sisa pesona magis-nya aja.

Sudah lah, emang kami kesiangan. Kami santai-santai aja, yang penting dapat view-nya dengan lensa mata dan kamera. Juga beberapa foto yang proper. Hehehe…

DSCN1134

 

DSCN1158

20150606_060806

DSCN1151

IMG-20150607-WA0020

IMG-20150607-WA0009

IMG-20150607-WA0011

Setelah agak sepi, kami pun turun dan mencari sarapan. Lapar bo. Pagi-pagi berlari mendaki bukit dengan perut kosong. Alhasil, sarapan kami agak membabi buta. Mie instan (lagi) dengan gorengan dan kopi panas. Nikmat!

Sambil makan lesehan, kami ngobrol dengan suami istri pemilik warung. Mereka kaget begitu tahu grup kami (cewek semua) jalan bertiga tanpa cowok dan guide. “Hati-hati ya, Mbak” begitu pesan si bapak pada saat kami akan meninggalkan warungnya.

Menuju Candi Borobudur, hanya 15 menit saja dari Bukit Punthuk Setumbu. Dan kami langsung diserbu para pedagang di parkiran, dari pedagang minuman, topi, sampai souvenir, yang dagangannya kami tolak dengan halus.

Ternyata hari itu, Borobudur penuh banget. Belakangan kami baru ingat, itu hari Sabtu. Pantas saja banyak bus membawa rombongan anak sekolah. Fiuhhh…

Kami memutuskan untuk naik sampai puncak Borobudur. Tapi melihat tangga Borobudur yang tinggi-tinggi, kami menghela napas. Naik lagi, setelah tadi pagi berjuang naik bukit. Haha…

IMG-20150607-WA0046

IMG-20150607-WA0058

IMG-20150607-WA0057

IMG-20150607-WA0049

IMG-20150607-WA0037

IMG-20150607-WA0052

Candi Borobudur dikelilingi pemandangan asri. Membuat kami betah berkeliling sembari menaikinya. Biar nggak terlalu lelah mendaki terus, kami pun menjelajahi sudut-sudut Borobudur yang agak sepi.

Selepas dari Borobudur, kami kembali ke kota Yogyakarta. Tujuan kami beli bakpia terenak seantero Yogyakarta, versi-ku. Melipir di salah 1 cabang, bakpia yang tersedia hanya isi kacang hijau. Sedangkan kami mau-nya rasa keju dan coklat. Akhirnya kami disarankan untuk ke cabang utama nya, dan hasilnya sama. Pun di cabang toko terakhir yang hanya berjarak 30 m dari toko utama. Katanya 2 jam lagi baru akan datang stok dari pabrik.

Sambil menunggu, kami mampir ke museum 3D yang sedang ‘in‘, De Mata Trick Eye Museum yang lokasinya nggak jauh dari toko bakpia itu. Sesampai disana, Meina dan Ike asik foto-foto sambil mengikuti petunjuk posisi supaya hasilnya maksimal. Aku, karena nggak terlalu suka difoto dan perutku sedang tak enak, hanya ambil beberapa foto dan selebihnya keliling-keliling.

IMG-20150607-WA0059

IMG-20150607-WA0043

Mendekati jam 15.30 sore, yang kata pegawai toko bakpia adalah jam datang stok bakpia, kami kembali ke toko bakpia. Setelah menunggu kurang lebih 10 menit, datanglah stok bakpia yang ditunggu-tunggu. Dan langsung aku mendekati pegawai yang mencatat orderan, berseru-seru demi mengalahkan suara para ibu-ibu yang sudah ramai menyebutkan orderan masing-masing. Perjuangan banget nggak sih, cuma demi beberapa kotak bakpia aja? Haha…

Setelah perjuangan panjang untuk bakpia, kami menuju ke Keraton. Niat hati mau wisata keraton, tapi gagal karena lupa cek jam buka wisata keraton. Waktu kami tiba, jam wisata keraton sudah habis. Karena udah tanggung sampai plus bayar parkir (nggak resmi) termahal sepanjang perjalanan, kami mengiyakan tawaran bapak pengemudi becak untuk berkeliling di area abdi dalem keraton. Naik bentor.

IMG-20150607-WA0083

Mampir di 2 toko batik milik siapa-nya Sultan gitu, lalu ke galeri lukisan abdi dalem. Di galeri lukisan itu lah kami menghabiskan banyak waktu. Selain melihat-lihat lukisan jadi dan setengah jadi, ngobrol dengan si pelukis yang juga abdi dalem keraton, plus tawar-menawar lukisan yang akan dibawa pulang Meina. Jadilah sore udah gelap dan kami langsung kembali ke mobil.

IMG-20150607-WA0089

IMG-20150607-WA0068

Sebelum kembali ke penginapan, kami mampir di toko gelato yang direkomendasikan seorang teman. Konsep toko nya cozy and cute, dan harga gelato dan snack yang dijual pun cukup bersahabat dengan dompet.

IMG-20150607-WA0116

IMG-20150607-WA0105

IMG-20150607-WA0108

IMG-20150607-WA0111

IMG-20150607-WA0093

IMG-20150607-WA0092

IMG-20150607-WA0041

Selesai menikmati gelato kami menuju Malioboro. Kan katanya belum ke Jogja kalo belum ke Malioboro. Aku pun penasaran, kayak apa sih Malioboro yang jadi pusat daerah touristy di Jogja. Dan karena itu malam minggu, jalan menuju Malioboro pun macet lah. Pun sulit cari parkiran.

Hasratku berkeliling lenyap sudah melihat padatnya Malioboro. Entahlah, aku nggak menemukan sesuatu yang menarik untuk dikunjungi. Yang kulihat hanyalah orang, bus, mobil, motor, becak, delman, yang lalu lalang. Pusing eike cyin…

Akhirnya aku hanya masuk di beberapa toko batik, menemani Ike yang mencari entah oleh-oleh atau titipan teman. Sampai tokonya hampir tutup, dan akhirnya pindah toko. Setelah belanja, kami langsung kembali ke mobil. Meina dan aku sudah ngantuk luar biasa.

Kembali ke penginapan, makan malam di kedai nasi kucing depan penginapan, beres-beres bawaan, lalu tidur. Besok pagi kami harus berangkat jam 06.30 menuju stasiun Lempuyangan. Mengembalikan mobil dan sarapan juga akan kami lakukan disana.

07.00 kami tiba di stasiun Lempuyangan. Langsung lemas melihat kedai nasi brongkos yang kami idamkan untuk sarapan ternyata tutup pada hari Minggu. Yahhh… Jadilah kami sarapan yang lain. Dan langsung bersiap-siap menunggu kereta ke Jakarta.

Bye, Jogja. See you again next time.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s