#Jadibisa mudah traveling berkat Traveloka

Traveloka saat ini sudah jadi salah satu pilihan utama banyak orang dalam mencari tiket, hotel, paket aktivitas dan lainnya yang berhubungan dengan traveling. Termasuk aku. Sejak beberapa tahun lalu. Tapi, kenapa sih Traveloka bisa jadi salah satu market leader di bidangnya?

Let me take you back a few years. Aku mau cerita pengalamanku pribadi, yang sedikit memalukan tapi jadi pelajaran penting dalam hal hidup dan traveling.

Jadi, dulu aku buta banget soal traveling. Boro-boro traveling, jalan-jalan ke destinasi sekitar aja jarang. Paling jauh pulang kampung ke rumah nenek di Surabaya.

Lalu, setelah kerja selama beberapa tahun dan mengalami kebosanan, ya aku nggak nolak waktu salah satu temanku mengajak ke Bali. Why not? Pikirku waktu itu. Temanku cuma bilang, tiketnya murah cuma 600.000 dan temannya ada yang batal berangkat jadi ada slot buatku.

Aku langsung mengiyakan tawarannya tanpa pikir panjang. Little that I know, aku pakai tiket yang nggak jadi dipakai temannya temanku yang batal berangkat itu. Yes, tiket promo salah satu budget airline, atas nama dia dan nggak bisa ganti nama. Tapi aku tinggal bawa KTP nya, begitu kata temanku. Hmm… Seems stupid, right? I was. Maklum, aku nggak pernah naik pesawat sebelumnya. Pulang kampung aja selalu naik kereta dan tiketnya diurus orang tua ku. Harap maklum ya aku agak sedikit padahal banyak bodoh soal urusan pertiketan.

Singkat cerita, si temannya temanku itu tiba-tiba nggak bersedia meminjamkan KTP nya ke aku. Jadi aku harus ribet mencetak KTP-KTPan demi bisa pakai tiketnya. Karena aku sudah bayar. Hahaha… *ketawamiris

Kebodohanku berlanjut. Saat pemeriksaan tiket dan identitas sebelum boarding, ketahuan lah aku bukan si pemilik tiket dan nggak diijinkan berangkat karena faktor keselamatan, asuransi, dan blablabla. Dan karena itu penerbangan terakhir, aku baru bisa beli tiket untuk penerbangan di hari berikut. Mau batal tapi situasi nggak memungkinkan karena satu dan lain hal (bakal kepanjangan kalau diceritain disini).

Akhirnya, aku berangkat dengan penerbangan paling pagi di hari berikutnya. Dan memulai liburan (bukan traveling) pertama di Bali yang berakhir dengan penyesalan. Penyesalan karena aku terpaksa beli tiket pp dobel dan si temannya temanku yang aku ‘gantikan’ nggak bersedia mengganti harga tiket atas namanya yang 600.000 itu. Dan penyesalan karena liburannya nggak asik, karena rombongan (temannya temanku yang lain) hobinya belanja dan menghabiskan waktu di Legian. Man, belanja mah nggak kudu ke Bali kali.

Setelah kebodohan dan kegagalan itu, aku berikhtiar untuk next time aku ke Bali harus seminggu dan sama teman jalan yang asik. Lesson learned lah ya.

Lalu tahun depannya, pas iseng-iseng cari tiket pesawat ke Bali, aku menemukan Traveloka. Tergoda dengan banner tiket ke Bali hanya beberapa ratus ribu (lupa harga persisnya). Dan ada kalender harga termurah pula untuk membantu memilih tanggal sesuai budget tiket. Wuih, lumayan juga, pikirku waktu itu.

Coba punya coba, website Traveloka ternyata cukup mudah dimengerti buatku yang saat itu masih awam. Dan biaya yang muncul sudah all in (kecuali airport tax, yang saat itu masih harus dibayar di bandara) dan ada detail rincian harga tiketnya. No hidden charges, istilahnya. Enak nih, jadi aku nggak bakal mengulangi kebodohan yang sama dengan sebelumnya. Aku pun langsung mengajak temanku untuk ke Bali. Dan ikhtiarku untuk minimal seminggu di Bali untuk perjalanan berikutnya pun menjadi nyata. Berkat pesan tiket yang ‘benar’ melalui Traveloka, aku pun menghabiskan 8 hari 7 malam untuk merasakan the real ‘traveling’ di Bali.

Sejak itu, Traveloka yang saat itu baru punya menu untuk pemesanan tiket pesawat, menjadi salah satu website langganan untuk mencari tiket. Dan semakin hari, Traveloka pun semakin berinovasi dengan adanya aplikasi di Playstore yang mempermudah pencarian tiket. Malah beberapa waktu terakhir ini, Traveloka semakin melengkapi diri dengan adanya price alert di aplikasi. Jadi tinggal pilih tujuan dan tanggal yang diinginkan, dan kalau merasa harga tiketnya belum sesuai, tinggal pasang price alert supaya ada notifikasi jika ada perubahan harga tiket. Asik kan?

Di luar menu baru seperti pencarian hotel, paket pesawat + hotel, aktivitas dan rekreasi, bahkan paket internet, Traveloka selalu jadi pilihan utama untuk aku mencari tiket. Untuk tipe backpacker seperti aku, fitur best price finder itu membantu banget sih. Jadi bisa pilih tanggal yang harga tiketnya pas di kantong. Hehehe…

So, thank you for existing dan improving, Traveloka! Aku #Jadibisa traveling lebih mudah.

Aplikasi Traveloka saat ini

Advertisements

2 thoughts on “#Jadibisa mudah traveling berkat Traveloka”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s