Tag Archives: Malaysia

Ke luar negeri nggak bawa uang? Bisa…

Pernah keluar negeri tanpa bawa uang sepeser pun? Aku pernah. Sama Meina. Ke Malaysia. Tanpa bawa 1 ringgit pun. Dan bisa hidup, sodara- sodara…

Alkisah, kami dapat tugas dari komunitas rohani untuk ke Malaysia bersama tim. Tapi kami berangkat terakhir karena baru bisa berangkat hari Jumat malam sepulang kantor. Maklum, kami nggak mungkin ajuin cuti lagi karena 2 minggu sebelumnya baru aja cuti untuk jalan-jalan di sekitaran Jawa Timur.

Karena agak mendadak dan uang kami juga sudah habis pada perjalanan 2 minggu sebelumnya, persiapan kami sangat minim. Selain baju sesuai dress code yang sudah ditetapkan, kami hanya bawa baju tidur dan peralatan mandi plus obat-obatan pribadi. Sama sekali nggak bawa ringgit sepeser pun, rupiah aja minim. Maklum, baru pulang traveling jadi masih bokek.

Pokoknya yang kami tahu, makan dan penginapan kami ditanggung. Jadilah kami berangkat ke Kuala Lumpur hanya bawa diri dan baju. Dan kartu kredit, untuk kondisi kepepet.

Jumat malam sepulang kantor, langsung ke bandara Soekarno Hatta untuk flight jam 20.30. Tiba di KLIA 2 jam 23.30. Dan kami akan dijemput disana.

Tunggu punya tunggu, yang menjemput kami nggak muncul-muncul di tempat yang dijanjikan. Modal wifi, kami berusaha menghubungi anggota tim yang lain dan penjemput kami via Whatsapp. Entah kenapa, HP kami berdua connect dengan wifi bandara tapi nggak bisa Whatsapp. Layanan lain pun nyaris nggak bisa.

Akhirnya setelah coba-coba, kami berhasil menghubungi seorang teman di Jakarta via Facebook Messenger, untuk bantu sampaikan pesan ke penjemput kami kalau kami sudah menunggu di TKP. Dan pesan pun tersampaikan, kami akan segera dijemput setelah ybs selesai dengan urusannya di KLIA 1. Ternyata, yang jemput baru datang dari Jakarta juga tapi pakai Malindo Air, bukan Air Asia seperti kami. Hahaha…

Setelah menunggu lebih dari 1 jam, dan bolak-balik menolak tawaran para driver taksi bandara, akhirnya jemputan kami tiba. Ci Kezia, yang menjemput kami, ternyata bermasalah dengan kartu parkirnya, jadi doi agak lama karena harus urus parkiran dulu.

Singkatnya, kami meluncur ke apartemen yang disewa untuk tim. Malam itu kami sampai di apartemen lebih dari jam 2 pagi. Begitu sampai, langsung minum vitamin dan tidur. Karena jam 6 kami harus sudah bangun.

Sabtu pagi, kami bangun jam 6 dan harus siap jam 7. Sarapan di seberang apartemen, kami tinggal pesan dan makan lalu cus ke venue. Snack berlimpah disediakan di venue. Makan siang dan malam disponsori pula.

IMG-20160516-WA0011
Kalo sarapan disini
IMG-20160516-WA0012
Lunchie…
IMG-20160515-WA0007
Seminar di venue

Esok hari, jadwal kami hampir sama. Bangun jam 6, sarapan jam 7, menuju venue untuk acara ibadah sampai siang. Setelah ibadah, kami diajak makan siang oleh panitia. Setelah itu, salah satu donatur mengajak kami pesta makan durian. Durian King yang besar-besar dan menggoda itu dibuka dan dihidangkan di meja panjang. Makan aja, begitu katanya. Kalo ada yang nggak enak, bilang aja, nanti diganti. Beuh, nikmat lah pokoknya!

Siang menjelang sore itu, kekenyangan makan durian kami ditutup dengan air kelapa untuk menetralisir. Malamnya, kami diajak makan ke Jalan Alor di Bukit Bintang, Kuala Lumpur, menempuh 1 jam perjalanan dari Petaling Jaya, lokasi acara dan tempat menginap kami.

img-20160516-wa0015.jpg
Lunchie lagi
IMG-20160516-WA0014
Mamam duren yukkk…
IMG-20160515-WA0029
Pesta duren 😄

Dan karena aku baru pertama kali ke Malaysia, pengen foto di Menara Petronas dunk. Akhirnya selesai makan malam, mobil berbelok ke KLCC. Aku dan anggota tim yang sesama newbie di Malaysia semangat mau foto di depan ikon Kuala Lumpur yang lampunya masih menyala terang benderang itu.

Sampai di lokasi, karena sudah jam 12 malam dan mobil harus kembali jadi kereta labu sudah pada capek, sesi foto pun diwanti-wanti untuk nggak terlalu lama.

Jreng! Begitu kami turun dan siap foto, lampu Menara Petronas mati! Nasib amat yak. Alhasil, kami foto dengan Menara Petronas yang sudah gelap.

IMG-20160516-WA0032
Lampu Menara Petronas nya mati duluan 😂

Selesai sesi foto, kami pulang ke apartemen dan tiba jam 1 pagi. Aku dan Meina kembali cepat-cepat tidur karena kami harus bangun jam 4 pagi dan berangkat jam 04.30 mengejar flight kami jam 07.00. Ya, hari Senin, kami para karyawan swasta harus kembali beraktivitas di kantor.

Lalu, berapa ringgit yang kami keluarkan di Malaysia? 0. Kartu kredit pun nggak terpakai. Haha… Ya namanya juga disponsorin. Tapi nggak enak sih nggak ada uang pegangan sama sekali, karena mau jajan sendiri aja nggak bisa. Untung kebutuhan perut tercukupi sampai berlebih-lebih jadi nggak terlalu pengen jajan.

Moral of the story, keluar negeri nggak bawa uang bisa aja, asal disponsorin. Kalo jalan sendiri, tetap harus bawa uang kalo nggak mau jadi gembel di negeri orang. 😁😁😁

Advertisements